My Lovely Mom

•27 November 2013 • Tinggalkan sebuah Komentar

Hanya satu kata yang bisa kuucapkan. Love you Mom, Terima kasih atas semuanya. Tak terlukiskan perasaan mengharu biru mengingat jasa-jasa mu. Semoga sedikit pengabdian ku bisa membalasa semua yang pernah engkau berikan padaku, walau tak banyak. ibuJadikan kami anak soleh-soleha, Ya ALLAH.

5 cm

•16 Mei 2012 • 1 Komentar

Mimpi-mimpimu…

 

Cita-citamu…

 

Ambisi-ambisimu…

Harapan dan keinginanmu…

 

Dan apapun yang ingin kau raih…

 

Simpan di hati, taruh di kening, jangan menempel. Biarkan menggantung, mengambang lima sentimeter di depan kening kamu. Jadi, dia tak akan pernah lepas dari matamu dan mimpi serta keyakinan itu akan kamu bawa setiap hari. Lihat dan percaya kamu bisa. Kau akan berdiri lagi kalau jatuh, tetap mengejarnya sampai dapat.

 

Mantapkan niatmu…

 

Bulatkan tekadmu…

 

Kumpulkan semangatmu…

 

Dan yang kau perlukan cuma:

 

Kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya.

 

Tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya.

 

Mata yang akan menatap terus ke depan leih lama dari biasanya.

 

Otak yang berfikir lebih keras dari biasanya.

 

Leher yang akan selalu melihat ke atas untuk mencapai pun

 

Lapisan tekad yang lebih keras dari baja.

 

Hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya.

 

Dan mulut yang senantiasa berdoa.

 

Maka, kau akan dikenang sebagai orang yang masih mempunyai mimpi dan keyakinan. Bukan Cuma seonggok daging yang hanya punya nama dan bisa berjalan.

 

Kamu akan dikenang sebagai seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya. Bukan seorang pemimpi saja. Bukan pula hanya orang biasa tanpa tujuan. Tapi, orang yang selalu percaya akan keajaiban mimpi, keajaiban cita-cita dan keajaiban keyakonan manusia yang tidak terkakulasikan dengan angka berapa pun.

 

Karena kamu harus mempercayainya.

Percaya pada 5cm di depan kening…

Sesuatu Tidak Selalu Terlihat Sebagaimana Adanya

•2 Januari 2011 • 1 Komentar

Dua orang malaikat berkunjung ke rumah sebuah keluarga kaya. Keluarga itu sangat kasar dan tidak mengijinkan kedua malaikat itu bermalam di ruang tamu yang ada di rumahnya. Malaikat tersebut ditempatkan pada sebuah kamar berukuran kecil yang ada di basement.

Ketika malaikat itu hendak tidur, malaikat yang lebih tua melihat bahwa dinding basement itu retak. Kemudian malaikat itu memperbaikinya sehingga retak pada dinding basement itu lenyap.

Ketika malaikat yang lebih muda bertanya mengapa ia melakukan hal itu, malaikat yang lebih tua menjawab : “Sesuatu tidak selalu kelihatan sebagaimana adanya”.

Malam berikutnya, kedua malaikat itu beristirahat di rumah seorang petani dan istrinya yang miskin tetapi sangat ramah. Setelah membagi sedikit makanan yang ia punyai, petani itu mempersilahkan kedua malaikat untuk tidur di atas tempat tidurnya.

Ketika matahari terbit keesokan harinya, malaikat menemukan bahwa petani itu dan istrinya sedang menangis sedih karena sapi mereka yang merupakan sumber pendapatan satu-satunya bagi mereka terbaring mati. Malaikat yang lebih muda merasa geram. Ia bertanya kepada malaikat yang lebih tua. “Mengapa kau membiarkan hal ini terjadi ? Keluarga yang pertama memiliki segalanya, tapi engkau menolong menambalkan dindingnya yang retak. Keluarga ini hanya memiliki sedikit tetapi walaupun demikian mereka bersedia membaginya dengan kita. Mengapa engkau membiarkan sapinya mati ?”

Malaikat yang lebih tua menjawab : “Sesuatu tidak selalu kelihatan sebagaimana adanya”.

“Ketika kita bermalam di basement, aku melihat ada emas tersimpan di lubang dalam dinding itu. Karena pemilik rumah sangat tamak dan tidak bersedia membagi hartanya, aku menutup dinding itu agar ia tidak menemukan emas itu.” “Tadi malam ketika kita tidur di ranjang petani ini, malaikat maut datang untuk mengambil nyawa istrinya. Aku memberikan sapinya agar malaikat maut tidak jadi mengambil istrinya. Sesuatu tidak selalu kelihatan sebagaimana adanya”

Kadang, itulah yang kita rasakan ketika kita berpikir bahwa sesuatu tidak seharusnya terjadi. Jika kita punya iman, kita hanya perlu percaya sepenuhnya bahwa semua hal yang terjadi adalah demi kebaikan kita. Kita mungkin tidak menyadari hal itu sampai saatnya tiba.

Jembata Ampera dan Sejarahnya

•2 Januari 2011 • 1 Komentar

Pembangunan jembatan gerak ini dimulai pada bulan april 1962, setelah mendapat persetujuan dari Presiden Soekarno. Biaya pembangunannya diambil dari dana rampasan perang jepang dalam kata lain semua di tanggung oleh pemerintah Jepang dari kontraktor dan pekerja.

Pada awalnya, jembatan sepanjang 1.177 meter dengan lebar 22 meter ini, dinamai Jembatan Bung Karno. Menurut sejarawan Djohan Hanafiah, pemberian nama tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada presiden RI pertama itu. Bung karno secara sungguh-sungguh memperjuangkan keinginan warga Palembang, untuk memiliki sebuah jembatan di atas Sungai Musi.

Pada saat bagian tengah jembatan diangkat, kapal dengan ukuran lebar 60 meter dan dengan tinggi maksimum 44,50 meter, bisa lewat mengarungi sungai musi. Bila bagian tengah jembatan ini tidak diangkat, tinggi kapal maksimum yang bisa lewat di bawah jembatan ampera hanya sembilan meter dari permukaan air sungai.
Sejak tahun 1970, jembatan ampera sudah tidak lagi dinaikturunkan. Alasannya, waktu yang digunakan untuk mengangkat jembatan ini, yaitu sekitar 30 menit, dianggap mengganggu arus lalu lintas antara seberang ulu dan seberang ilir, dua daerah kota palembang yang dipisahkan oleh sungai musi.

Jembatan ampera pernah direnovasi pada tahun 1981, dengan menghabiskan dana sekitar Rp 850 juta. Renovasi dilakukan setelah muncul kekhawatiran akan ancaman kerusakan jembatan ampera bisa membuatnya ambruk.


Bersamaan dengan eforia reformasi tahun 1997, beberapa onderdil jembatan ini diketahui dipreteli pencuri. Pencurian dilakukan dengan memanjat menara jembatan, dan memotong beberapa onderdil jembatan yang sudah tidak berfungsi. Warna jembatan pun sudah mengalami 3 kali perubahan dari awal berdiri berwarna abu-abu terus tahun 1992 di ganti kuning dan terakhir di tahun 2002 menjadi merah sampai sekarang.

UNTUK MU TEMAN

•31 Januari 2009 • 2 Komentar

Di sini kita pernah bertemu
Mencari warna seindah pelangi
Ketika kau mengulurkan tanganmu
Membawa ku ke daerah yang baru

Dan hidupku kini ceria

Kini dengarkanlah
Dendangan lagu tanda ingatan ku
Kepadamu teman
Agar ikatan ukhuwah kan tersimpul padu

Kenangan bersama mu
Tak kan terlupa
Walau badai datang melanda
Walau bercerai jasad dan nyawa

Mengapa kita ditemukan
Dan akhirnya kita dipisahkan
Mungkinkah tuk uji kesetiaan
Kejujuran dan kemanisan iman

Tuhan berikan aku kekuatan

Mungkin kah kita terlupa
Tuhan ada janji Nya
Bertemu berpisah kita
Ada makna dan kasih Nya

Andai ini ujian
Terangilah kamar kesabaran

Terkhusus untuk saudara ku
Perpisahan memang menyakitkan
Tapi kita tetap bisa ketemu lagi kan
Kalau tidak saat ini mungkin besok kan

Dakwah harus melebarkan sayapnya
Mungkin dengan ini akan ada rintisan dakwah bersama teman teman yang baru

Fawassiqillahumma robithothaha
Kuatkan ikatan pertalian kami

Allahumma

Merah Saga

•5 Januari 2009 • 1 Komentar

langit-merah-sagaSaat langit berwarna merah saga
Dan kerikil perkasa berlarian
Meluncur laksana puluhan peluru
Terbang bersama teriakan takbir

Semua menjadi saksi
Atas langkah keberanianmu
Kita juga menjadi saksi
Atas keteguhanmu

Ketika yahudi – yahudi membantaimu
Merah berkesimbah di tanah airmu
Mewangi harum genangan darahmu
Membebaskan bumi jihad Palestina

Perjuangan yang telah kau bayar dengan jiwa
Syahid dalam cintaNya
palestina
allahu-akbar
Muharram yang kelam
Mengenang saudaraku
yang syahid

Ketahuilah kawan, sungguh aku sangat iri dengan mereka
Begitu leluasanya mereka
Terbang kesana kemari, seperti burung
Singgah di berbagai penjuru surga

Sedangkan kita………………..
Tak tahu kapan akan keluar dari “Mesin Laundry”
Karena kotoran yang begitu berkarat

Maafkan aku teman
Hanya doa yang bisa diberikan
Ku tahu lautan tangisku tak akan berarti dibanding tetesan darahmu

Ampuni aku Tuhan

Celana Dalam Anti Pemerkosaan

•4 Januari 2009 • 2 Komentar

cimg95883Sudah sedemikian bejatkah manusia manusia di muka bumi ini ?????
retoris memang, tak perlu dijawab, toh kita juga telah mendapatkan jawabannya,
dari melihat,,,,dari memandang,,,,kenapa Allah memberikan kita mata????
Lho koq ngga nyambung
Ntar disambung-sambungin

Sungguh malu melihat potret perempuan jaman sekarang
Sampai sang suami tidak betah berlama-lama di kantor, khawatir sama istri yang maen lelaki di luar ( lho biasanya laki-laki yang maen perempuan )
Sampai sang ibu bela-belain bilang sama sang anak
“nIh kondomnya jangan lupa (persediaan terbatas)”
sampai anak muda sekarang bilang
“Ngga hamil duluan, ngga gaul”

Ini tho yang namanya emansipasi wanita, persamaan gender

Padahal ajaran Islam begitu indah,
begitu mensucikan wanita

“Katakanlah, kepada wanita yang beriman, hendaklah
mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya
dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali
yang tampak darinya ( QS An Nur 31 )”

Terlepas dari itu semua
Geli membayangkan kalo si pemakai kebelet pipis, eh gemboknya dibawa oleh suami

Hi hi ^_*